PT Arsari Tambang Gandeng Asahi Solder Singapura, Dorong Hilirisasi Timah Bangka Belitung ke Pasar Global

Asahi Solder Lihat Potensi Besar Indonesia
Pemilik sekaligus Direktur Utama Singapore Asahi Chemical & Solder Industries Pte. Ltd., Vincent Kho, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain penting dalam industri hilir timah.
“Kami menyambut baik terjalinnya kemitraan strategis dengan Arsari Tambang. Perpaduan kemampuan manufaktur di Indonesia dengan pengalaman Asahi Solder dalam produk solder dan material interkoneksi elektronik dapat menciptakan peluang baru untuk menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi serta memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok industri elektronik global,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan akan menjajaki pengembangan berbagai produk solder bernilai tambah, termasuk solder paste, peningkatan kualitas produksi, pengembangan teknologi, serta ekspansi pasar.
Hilirisasi Berbasis Keberlanjutan
PT Arsari Tambang menegaskan bahwa hilirisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Pengembangan industri timah diarahkan untuk memperkuat efisiensi energi, mengurangi emisi, serta menerapkan praktik pertambangan dan pengolahan yang bertanggung jawab.
Komitmen tersebut dinilai sejalan dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat hilirisasi, investasi, dan industri nasional.
Bagi Arsari Tambang, kebijakan tersebut membuka peluang lebih besar bagi sektor swasta untuk meningkatkan investasi, memperluas kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, dan membangun rantai nilai di dalam negeri.
Di Bangka Belitung, penguatan hilirisasi diharapkan mampu mempererat keterkaitan antara sektor pertambangan, pengolahan, manufaktur, dan industri hilir, sehingga nilai tambah dari sumber daya timah daerah dapat semakin besar dirasakan masyarakat.
Melalui kemitraan ini, PT Arsari Tambang menargetkan timah Bangka Belitung tidak lagi hanya dikenal sebagai komoditas tambang, tetapi juga menjadi fondasi bagi lahirnya produk manufaktur dan teknologi masa depan Indonesia.
