BSB Toboali Biayai JKN 600 Warga Bangka Selatan, Total CSR Tembus Rp1,3 Miliar

TOBOALI, INLENS.id — Upaya Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin mendapat dukungan dari dunia usaha.
Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Toboali kembali berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan membiayai kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 600 warga.
Dukungan tersebut diberikan pada tahap III dan menyasar masyarakat di tiga kelurahan. Masing-masing 200 jiwa berasal dari Kelurahan Teladan, Toboali, dan Tanjung Ketapang.
Total kontribusi yang diberikan mencapai Rp126 juta untuk masa perlindungan selama enam bulan.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Bangka Selatan, Bank Sumsel Babel, dan BPJS Kesehatan di Kantor Bupati Bangka Selatan, Jumat (11/8/2026).
Penandatanganan dihadiri Wakil Bupati Bangka Selatan Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., bersama jajaran pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan.
Pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Toboali Hezron Lubis beserta jajaran turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Wakil Bupati Debby Vita Dewi mengapresiasi dukungan Bank Sumsel Babel, terutama karena bantuan tersebut direalisasikan tidak lama setelah pimpinan baru BSB Cabang Toboali mulai bertugas.
“Hari ini Bank Sumsel Babel memberikan atau meng-cover dengan jumlah 600 jiwa. Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih banyak dan apresiasi yang luar biasa kepada Bank Sumsel Toboali, terkhusus kepada pimpinan yang baru,” ujar Debby.
Ia menyebut pimpinan baru Bank Sumsel Babel Cabang Toboali baru sekitar 10 hari menjabat ketika dukungan pembiayaan JKN tersebut direalisasikan.
Menurut Debby, dukungan CSR dari perusahaan menjadi salah satu langkah strategis bagi pemerintah daerah di tengah keterbatasan kemampuan fiskal.
“Dengan adanya dukungan perusahaan, pemerintah daerah dapat memperluas cakupan perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus memastikan kelompok masyarakat miskin dan rentan miskin tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan,” katanya.
Debby menegaskan Pemkab Bangka Selatan akan terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha. Menurutnya, sinergi tersebut penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.




