Bank SumselBabelBeritaDaerahPangkalpinang

Bank Sumsel Babel Gandeng Kejati Babel Perkuat Mitigasi Risiko Tindak Pidana Korupsi di Sektor Perbankan

PANGKALPINANG, INLENS.id – Bank Sumsel Babel terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, berintegritas, serta berorientasi pada pengelolaan risiko yang prudent. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Sharing Knowledge Terkait Mitigasi Risiko Tindak Pidana Korupsi dalam Kegiatan Operasional Perbankan yang diselenggarakan di Pangkalpinang, Selasa (11/8).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bank Sumsel Babel untuk meningkatkan pemahaman dan awareness insan perusahaan terhadap potensi risiko tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan kegiatan operasional, sekaligus memperkuat budaya kepatuhan dan integritas di seluruh lini organisasi.

Agenda tersebut menghadirkan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung Riono Budi Santoso, S.H., M.A. sebagai narasumber, serta dihadiri jajaran manajemen dan insan Bank Sumsel Babel. Kehadiran jajaran Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung memberikan perspektif penegakan hukum yang relevan bagi industri perbankan, khususnya dalam memahami potensi risiko hukum yang dapat muncul dalam pelaksanaan aktivitas operasional dan pengambilan keputusan.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel Muhamad Suryadi menegaskan bahwa penguatan tata kelola dan integritas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya perusahaan membangun kepercayaan dan keberlanjutan bisnis.

“Bagi Bank Sumsel Babel, integritas bukan hanya menjadi prinsip, tetapi harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap proses kerja dan pengambilan keputusan. Pemahaman terhadap risiko tindak pidana korupsi menjadi penting agar setiap insan Bank dapat menjalankan tugas secara profesional, prudent, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Muhamad Suryadi.

Baca juga  Cukup dari Genggaman, Bayar Tagihan Air Tirta Pinang Kini Makin Praktis Bersama Bank Sumsel Babel

Menurutnya, industri perbankan memiliki karakteristik bisnis yang sangat erat dengan aspek kepercayaan, kepatuhan, pengelolaan dana, serta pengambilan keputusan yang memiliki konsekuensi luas. Karena itu, penguatan governance perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, tidak hanya melalui kebijakan dan prosedur, tetapi juga melalui peningkatan kompetensi dan kesadaran setiap individu di dalam organisasi.

Melalui kegiatan sharing knowledge ini, Bank Sumsel Babel mendorong penguatan risk awareness di seluruh jajaran, sehingga setiap insan perusahaan mampu mengenali potensi risiko sejak dini dan mengambil langkah mitigasi secara tepat.

Pemahaman tersebut mencakup pentingnya menjalankan proses bisnis sesuai prinsip kehati-hatian, menghindari konflik kepentingan, menjaga transparansi dalam proses pengambilan keputusan, serta memastikan seluruh aktivitas perusahaan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun hukum.

Penguatan tersebut juga selaras dengan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko yang menjadi fondasi penting bagi Bank Sumsel Babel dalam menjalankan fungsi sebagai bank pembangunan daerah.

Bank Sumsel Babel memandang bahwa tata kelola yang kuat bukan semata-mata untuk memenuhi aspek kepatuhan, melainkan menjadi instrumen strategis untuk memastikan pertumbuhan perusahaan berlangsung secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan