PT TIMAH Dorong UMKM Bangka Barat Kembangkan Potensi Perikanan Jadi Produk Bernilai Tambah

Ia menyebutkan, peningkatan konsumsi ikan menjadi penting di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin dekat dengan makanan instan. Karena itu, diversifikasi produk olahan ikan dapat menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pilihan makanan yang lebih menarik.
Dody berharap pelatihan yang difasilitasi PT TIMAH tidak berhenti pada peningkatan keterampilan pengolahan produk, tetapi dapat dilanjutkan dengan pendampingan dan kolaborasi yang berkelanjutan.
“Harapannya kita bisa lebih banyak berkolaborasi ke depan. Kami dari Dinas Perikanan akan siap mendukung apa yang menjadi target dan harapan dari program TJSL PT TIMAH,” katanya.
Bagi pelaku UMKM, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru mengenai pengolahan makanan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun jejaring dan bertukar pengalaman dengan sesama pelaku usaha.
Salah satu peserta, Elda (69), mengaku senang dapat mengikuti kegiatan yang digelar PT TIMAH. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pengetahuan langsung dari narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya.
“Sangat senang diajak dalam kegiatan ini. Dengan kegiatan seperti ini kami bisa bergaul dengan sesama UMKM dan mendapatkan ilmu karena diberikan pengarahan dari para pakar dan PT TIMAH,” ungkapnya.
Elda berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan usahanya.
“Harapannya kegiatan ini dapat dilanjutkan. Terima kasih PT TIMAH,” katanya.
Hal senada disampaikan Umi (60), peserta lainnya. Ia berharap dukungan terhadap pelaku UMKM tidak hanya berupa pelatihan pengolahan produk, tetapi dapat berlanjut pada aspek pengembangan usaha, termasuk pemasaran.
Menurutnya, modal dan pemasaran masih menjadi tantangan yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha.
“Kendala kita sebagai pelaku UMKM juga masalah modal dan pemasaran. Harapan kami selain pelatihan seperti ini, dapat berlanjut dengan pelatihan-pelatihan lainnya, seperti cara pemasaran. Dengan demikian, usaha ini bisa membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” harapnya.
Melalui pelatihan berbasis potensi lokal ini, PT TIMAH terus mendorong agar sumber daya yang tersedia di masyarakat tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. (*)




