Api di SPBU Selindung Picu Amarah Publik, Minta Operator dan Pengerit Ditindak Tegas

PANGKALPINANG, INLENS.id — Peristiwa terbakarnya satu unit sepeda motor Honda Vario usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Selindung, Kota Pangkalpinang, Sabtu (22/08/2026), memicu gelombang kritik keras dari masyarakat.
Publik mendesak PT Pertamina (Persero) memberikan sanksi tegas hingga penyegelan terhadap pengelola SPBU yang disinyalir kuat masih membiarkan praktik “pengerit” BBM menggunakan tangki modifikasi.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.55 WIB itu bermula ketika api tiba-tiba muncul dari bagian sepeda motor yang baru saja usai melakukan pengisian BBM.
Motor yang roboh ke area pengisian kemudian mengalirkan tetesan api hingga menyambar bumper depan mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 1298 BYC milik Rahma Ferfy Rani, seorang karyawan honorer yang sedang mengantre di lokasi.
Di tengah situasi panik dan asap pekat yang membubung, Manajer SPBU Selindung, Topan, dilaporkan mendadak tumbang.
Ia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong. Topan diduga mengalami serangan jantung atau sesak napas berat akibat menghirup asap pekat di area kebakaran.
Gelombang Protes di Media Sosial




