Kisah Alwi dan 563 Anak Lainnya, Khitan Gratis Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH Bawa Kebahagiaan Keluarga


Salah satunya Desi Alena Suharini (40), warga Kelurahan Tanjung, Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Sejak suaminya meninggal dunia sembilan tahun lalu, Desi harus membesarkan empat anak seorang diri.
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Desi mengandalkan penghasilan dari usaha laundry. Kondisi tersebut membuat biaya khitan menjadi salah satu kebutuhan yang belum dapat diprioritaskan.
Karena itu, ia bersyukur ketika mengetahui adanya program khitanan massal gratis yang digelar PT TIMAH. Desi pun membawa anaknya untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, bisa mengkhitankan anak dan memenuhi permintaannya. Sebelumnya belum bisa karena belum ada biaya untuk sunat. Khitanan gratis ini sangat membantu ekonomi kami yang hanya bekerja di laundry,” ungkap Desi.
Menurutnya, program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sangat berarti bagi keluarga seperti dirinya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan.
“Harapannya program ini bisa terus dijalankan karena sangat bermanfaat untuk masyarakat kurang mampu seperti kami. Terima kasih banyak PT TIMAH, semoga mendapat berkah dari Allah,” katanya.
Antusiasme terhadap khitanan massal juga terlihat di Kabupaten Bangka Tengah. Sejumlah orang tua mengaku bersyukur karena anak mereka bisa mendapatkan layanan khitan secara gratis.
Wana, salah satunya, mengantarkan putranya, Haikal, untuk mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku senang karena putranya dapat menjalani khitan tanpa harus mengeluarkan biaya. Lebih membahagiakan lagi, Haikal disebut tidak merasakan sakit selama proses tindakan.
“Luar biasa senang adanya kegiatan ini. Gratis semua prosesnya dan adik juga ikut senang karena enggak merasa sakit,” ujar Wana. (*)




