Ketua DPRD Babel: Makna Merdeka Itu Bebas Kemiskinan dan Mudah BPJS

Didit menyederhanakan indikator kemerdekaan sejati lewat kemudahan hidup sehari-hari. Rakyat dianggap benar-benar merdeka ketika tak lagi dipusingkan oleh prosedur birokrasi saat membeberkan kartu BPJS di rumah sakit, tak ketakutan membayangkan biaya sekolah anak, serta mudah mendapatkan lapangan kerja yang bermartabat.
Di tengah kemeriahan memperingati hari lahir negara, Didit tak menampik adanya gejala kelam, melorotnya antusiasme dan jiwa nasionalisme sebagian masyarakat dalam menyambut pesta kemerdekaan. Namun, ia enggan menuding masyarakat sebagai pihak yang bersalah.
Rasa enggan warga memeriahkan hari kemerdekaan, kata dia, berakar dari akumulasi kekecewaan terhadap kinerja pemerintah dan wakil rakyat, yang diperparah oleh impitan ekonomi yang kian mencekik.
“Banyak warga sebenarnya ingin merayakan, namun kondisi ekonomi membuat mereka tidak mampu,” tutur Didit terus terang.
Sikap dingin publik ini dinilainya sebagai alaram keras bagi pengambil kebijakan di Bangka Belitung. Ia mendesak seluruh pemangku kepentingan untuk membuang sikap apatis dan berbenah total demi memulihkan ekonomi warga sekaligus mengembalikan kepercayaan publik yang sempat tergerus.




