Bank SumselBabelBeritaDaerahPangkalpinangPemkot Pangkalpinang

CSR Bank Sumsel Babel Menyentuh Warga, Salurkan untuk Fasilitas Publik dan Penguatan UHC Pangkalpinang

“Perhitungannya sangat ringan. Satu orang iurannya sekitar Rp35.000 per bulan. Kalau satu perusahaan bantu 30 orang, cukup sekitar Rp1 juta rupiah per bulan. Nilai ini sangat kecil dibanding total dana CSR yang wajib dikeluarkan. Kalau 1.000 perusahaan bergerak, berarti ada dukungan untuk 30.000 warga. Tantangan kepesertaan selesai sudah,” paparnya.

Ia berharap langkah yang telah diambil oleh Bank Sumsel Babel dan Yayasan SPPG menjadi teladan utama bagi perusahaan-perusahaan lain di Pangkalpinang untuk ikut ambil bagian.

Bantuan CSR Bank Sumsel Babel: Berdampak Luas untuk Masyarakat

Selain berkomitmen mendukung program kesehatan melalui skema donasi, Bank Sumsel Babel juga menyerahkan bantuan CSR yang akan digunakan untuk pembangunan dan pembenahan fasilitas publik dan ekonomi warga, meliputi:
Rehabilitasi Surau: Memperbaiki sarana ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat.
Pembangunan Ruang Terbuka Hijau: Menciptakan ruang sehat, asri, dan nyaman bagi warga.
Pemasangan CCTV: Meningkatkan rasa aman dan ketertiban umum di berbagai titik strategis.
Pengembangan Sentra Nanas: Mendorong pengolahan dan pemasaran komoditas unggulan nanas, guna meningkatkan pendapatan dan ekonomi warga.

Baca juga  Mobil Sehat PT TIMAH: Menjangkau Ribuan Warga, Menguatkan Akses Kesehatan di Lingkar Tambang

Langkah nyata ini dinilai sangat tepat karena menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial, keamanan, lingkungan, hingga ekonomi kerakyatan.

Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan bahwa keberhasilan perluasan cakupan jaminan kesehatan dan pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan dunia usaha menjadi kunci utama.

“Karena badan usaha tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, sudah sepantasnya kembali memberi manfaat. Dengan kolaborasi ini, keberlangsungan BPJS terjamin, pelayanan tetap prima, dan masyarakat terlindungi sepenuhnya. Kita wujudkan bersama perlindungan kesehatan semesta bagi seluruh warga Kota Serumpun Sebalai,” tutup Prof Saparudin.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan