
Dari deskripsi tersebut di atas maka indonesia modern harus tetap di arahkan antara kesinambungan sejarah yang adiluhung istilah Indonesia yang menggambarkan karya, nilai, atau tradisi masa lalu yang sangat bermutu tinggi, luhur, mulia, indah, dan agung dengan nilai – nilai modernisasi yang baru.
Maka siapapun yang menjadi kepala negara maupun kepala pemerintahan saat ini harus di ditunjang oleh struktur organisasi pemerintahan yang handal yaitu adanya kekuasaan semacam Mahapatih belajar dari kerajaan majapahit yang di adaptasikan dengan modernisasi berdampingan dengan memberikan kesempatan meritokrasi yang handal.
Maka harus disusunlah dibawah struktur mahapatih dimungkinkan adanya struktur penyangga yaitu para deputi yang memiliki kredibilitas dan futuristik yang bisa mengantisipasi kecenderungan perubahan masa depan ditengah dunia yang sedang mengalami berbagai perubahan ( change ), dengan demikian harus di inisiasi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, demokratis dan bisa dipercaya.
Tiba saatnya Indonesia memperkenalkan Konsep Caturlogi Pembangunan yaitu
1. Pemerataan Ekonomi
2. Pertumbuhan Ekonomi
3 . Stabilitas nasional
4. Partisipasi / Demokratisasi.
Dan ujungnya tercapainya kesejahteraan rakyat lahir dan bathin sesuai dengan cita – cita mendirikan negara bangsa ( Nation state ) . JAYALAH INDONESIA .
Poliarki (Pemerintahan Banyak Pihak/Demokrasi Pluralistik)
Definisi: Konsep yang dipopulerkan oleh Robert Dahl, menggambarkan sistem politik di mana kekuasaan tersebar di antara berbagai kelompok, tidak terpusat, dan ada kompetisi terbuka untuk mendapatkan dukungan rakyat.
Legitimasi: Pemilihan umum (pemilu) yang demokratis, inklusif, dan partisipatif.
Karakteristik: Adanya kebebasan sipil, pluralisme politik, dan partisipasi aktif masyarakat.
Pemerintah harus akuntabel kepada publik.
Contoh: Negara-negara demokrasi modern yang memiliki banyak partai politik, kelompok kepentingan, dan pers yang bebas.
Oligarki (Pemerintahan Segelintir Orang/Elit)
Definisi: Bentuk pemerintahan di mana kekuasaan politik dan ekonomi dikendalikan oleh sekelompok kecil individu atau elit (kekayaan, keturunan, militer).
Legitimasi: Berdasarkan kekuatan ekonomi, pengaruh besar, atau status sosial.
Karakteristik: Kepentingan pribadi/kelompok elit lebih diutamakan daripada kepentingan umum.
Uang dan kekuasaan tidak dapat dipisahkan.
Negara sering dijadikan alat untuk mencapai tujuan kelompok tertentu.
Contoh Konteks: Politisi yang sekaligus pengusaha, atau dinasti politik.
Di Antara Monarki , Poliarki dan Oligarki harus di Orientasikan memberikan kontribusi kepada kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Beberapa gagasan tsb untuk menuju terwujudnya Peta jalan Indonesia Emas 1 Abad NKRI


