Publik Curiga pada Skema Penyewaan Kilang Swasta Belinyu, Pertamina dan Pemilik Pilih Diam

Tak lama security itu keluar dan menyampaikan bahwa pejabat yang berkompetensi memberikan statemen sedang ada tugas dan acara.
“Pak tinggal nomor hpnya saja, kebetulan pimpinan kami sedang ada tugas, nanti kami hubungi dan konfirmasi kembali ya,” kata petugas security seraya mencatat nomor telepon awak media. Namun, hingga berita ini dimuat belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak Pertamina.
Depo Induk Kebagian Sisa dari Swata
Kondisi tak lazim terjadi di Pulau Bangka terkait distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM). Depo induk Pertamina Pangkalbalam, yang seharusnya menjadi pusat utama penyaluran BBM, justru hanya mendapatkan sisa pasokan dari depo swasta di Belinyu yang dikontrak Pertamina. Situasi ini memicu pertanyaan besar: mengapa bisa demikian?
Sumber dari redaksi Babelupdate.com mengungkapkan bahwa kelangkaan dan krisis BBM yang terjadi belakangan ini sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya. Dulu, saat distribusi masih mengandalkan Depo Pangkalbalam, masalah seperti ini практически tidak pernah terjadi.
“Dulu, sebelum ada depo Belinyu, antrean minyak itu tidak ada. Stok selalu стабильный, rata-rata 1000 KL. Saya ingat dulu pernah ada antrean seperti ini, tapi tidak lama,” ujar sumber pada Selasa (18/11/2025).
Sumber tersebut menambahkan, “Beberapa waktu lalu, Depo Belinyu dapat pasokan 9000 KL Pertalite dan Pertamax. Sementara Pangkalbalam, hari ini jam 11 baru ada kapal masuk, itu pun cuma 1000 KL.”
Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa depo yang berstatus induk justru mendapatkan prioritas yang lebih rendah dibandingkan depo swasta?
“Sekarang ini lebih banyak bongkar di Belinyu dari pada di Depo Pangkalbalam. Pangkalbalam cuma dapat sisa. Seharusnya Depo Pangkalbalam ini kan induk, kenapa malah kebagian sisa?” lanjut sumber tersebut dengan nada heran.
(Babelupdate.com / Anthoni)




