
Perpustakaan umum Kota Pangkalpinang kembali disorot sebagai pusat pendidikan, pusat informasi, sekaligus pusat rekreasi intelektual masyarakat. Wali Kota mendorong agar perpustakaan terus memperluas akses digital, menyediakan komputer dan langganan buku elektronik untuk mahasiswa maupun pelajar yang tengah menyiapkan tugas akhir.
“Kita punya gedung perpustakaan yang bagus. Tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan. Anak-anak yang sedang skripsi, tesis, paper—datang, pakai fasilitas. Ini rumah pengetahuan, bukan pajangan gedung,” katanya.
Ia juga mengisyaratkan perlunya inovasi program tanpa harus menunggu dana besar. “Kreatif dan inovatif itu modal awal. Anggaran itu letaknya di belakang proposal, bukan di kepala,” celetuknya, mengundang tawa sekaligus mengingatkan etos gotong royong sebagai nafas utama pembangunan
Pengukuhan Bunda Literasi Hj. Susanti Saparudin, SE., menjadi simbol komitmen Kota Pangkalpinang dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Peran Bunda Literasi diharapkan menjembatani gerakan membaca, memperkaya ruang-ruang dialog budaya, serta mendekatkan perpustakaan kepada masyarakat.
Dengan semangat yang mengalir deras sepanjang acara, Kota Pangkalpinang menegaskan diri sebagai kota yang tak hanya mengoleksi buku, tetapi juga menghidupkan pengetahuan.
Ruang literasi kembali dibuka, lampu-lampu pikiran kembali dinyalakan, dan Bunda Literasi resmi memegang peran penting dalam perjalanan baru ini.
