Dari Gang Buntu di Tua Tunu, Asriyani Bangkit Bersama PT TIMAH Tbk Lewat Keripik Jagung Asri

Kini, kapasitas produksinya meningkat pesat. Dari yang semula hanya mampu mengolah 1–2 kilogram jagung per hari, kini Asri bisa memproduksi hingga 50 kilogram setiap hari. Bahkan saat musim Lebaran, permintaan bisa melonjak hingga 700 kilogram.
“Dulu cuma bisa produksi sedikit, tapi sekarang Alhamdulillah sudah bisa memenuhi permintaan lebih banyak. Jadi harus siap stok lebih banyak juga,” katanya.
Selain menjual langsung, Asri juga menggandeng sejumlah reseller untuk memperluas jangkauan pasar. Ia aktif mengikuti bazar UMKM dan memanfaatkan media sosial untuk promosi.
Produk “Keripik Jagung Asri” hadir dengan berbagai kemasan mulai dari 25 gram, 100 gram, hingga 10 kilogram dan kini telah tersedia di toko oleh-oleh ternama di Bangka Belitung.
Bagi Asri, menjadi mitra binaan PT TIMAH Tbk bukan sekadar soal bantuan modal, tapi juga kesempatan belajar dan mengembangkan usaha melalui program pelatihan dan membantu promosi prpduknya.
“Banyak manfaat yang saya rasakan setelah menjadi mitra binaan PT TIMAH Tbk, terima kasih PT Timah saya diajak pameran ke luar kota, mengikuti bazar- bazar UMKM sehingga produk saya semakin banyak dikenal orang, juga dapat bantuan alat produksi, Allhamdullilah diberikan pelatihan juga untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha,” ungkapnya.
Semangat Asriyani menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari ketekunan dan dukungan yang tepat. Dari gang kecil di Tua Tunu, ia membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari dapur sederhana, dan dengan kolaborasi bersama PT TIMAH Tbk, cita-cita itu kini semakin mengembang harum seperti aroma keripik jagung buatannya. (*)




