BeritaPolitik

Dosen UBB Sebut Paslon 1 dan 4 Lugas dan Lebih Unggul dalam Penguasaan Masalah Kota

Sebagai contoh, Rendy menyebutkan paslon Basit-Dede menggunakan variasi narasi dan argumentasi yang relatif lebih kuat dan serius sehingga secara substansi terlihat lebih unggul dari aspek penguasaan isu dan problem berkota yang begitu kompleks.

Begitu juga dengan paslon Eka-Ratmida, secara inotasi dan narasi terasa betul spirit dan ekspresi oposisinya terhadap petahana yang dianggap masih menyisakan banyak persoalan berkota sehingga berupaya menjanjikan harapan baru untuk publik Pangkalpinang.

Lebih lanjut, Rendy mengatakan, yang tidak kalah menarik perhatian publik adalah ketika sesi penutup di mana semua kandidat menyampaikan argumentasi pamungkasnya, terlihat memang semua calon memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Baca juga  Partisipasi Pemilih PSU Pangkalpinang 2025 Capai 61 Persen

“Yang pasti, ketiga paslon penantang incumben, khususnya paslon nomor urut 1, kemudian diikuti nomor urut 4 dan 3 terlihat lebih ekspresif dan argumentatif menyampaikan mimpi dan obsesinya berkotanya yang berupaya menjanjikan harapan baru dan keberpihakannya terhadap nasib dan hajat hidup warga Kota Pangkalpinang. Sementara, paslon nomor urut 2 pilihan narasinya cukup menarik, berupaya melemah dan lebih kalem karena bertahan dengan memposisikan diri sebagai sasaran lawan politik dari kandidat lainnya,” tutur Rendy Hamzah. (*)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles