Mobil Terbakar di Sebelah Hotel Soll Marina, Seorang Pria Diduga Penyalur BBM Ilegal Tewas Terbakar

Kejadian menggemparkan ini pertama kali diketahui warga sekitar yang mendengar tiga kali suara ledakan secara beruntun sekitar pukul 00.30 WIB. Tak lama kemudian, api membakar mobil secara menyeluruh hingga menyisakan kerangka kendaraan dan jasad korban di dalamnya. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk memadamkan api.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol M. Rivai Arvan, S.I.K., M.H. menyampaikan hasil identifikasi awal dari tim forensik menyebutkan bahwa korban adalah seorang pria. Hal tersebut diketahui dari hasil struktur tulang, di mana tidak ditemukan organ rahim, dan bentuk tulang ekor mengarah ke dalam—ciri khas tulang belakang laki-laki.
“Korban berinisial D. Dari hasil forensik dan dukungan rekaman CCTV, korban diketahui bekerja sebagai penyalur BBM dengan cara memodifikasi tangki kendaraan. Mobil yang terbakar memang dimodifikasi untuk memuat BBM dalam jumlah besar,” jelas Kombes Rivai kepada awak media.
Tim kepolisian juga telah menelusuri aktivitas korban sebelum kejadian. Dalam rekaman CCTV dari sebuah SPBU di wilayah Pangkalpinang, mobil tersebut terekam dua kali melakukan pengisian BBM dalam waktu yang berdekatan indikasi kuat adanya aktivitas ilegal. Korban diduga membeli BBM dalam jumlah besar dengan modus tangki ganda yang tersembunyi, untuk kemudian disalurkan kembali tanpa izin resmi.
Hingga kini, jenazah korban telah dikembalikan kepada pihak keluarga, sementara polisi terus mendalami berbagai kemungkinan penyebab kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada kesalahan teknis dalam modifikasi tangki BBM yang menyebabkan ledakan dan kebakaran. Namun, pihak berwenang tidak menutup kemungkinan adanya unsur kesengajaan atau keterlibatan pihak lain.
“Kami masih mendalami apakah ada unsur pidana lain dalam kasus ini. Semua bukti, mulai dari kerangka kendaraan, sisa tangki, dan rekaman CCTV sedang kami analisis. Termasuk kemungkinan adanya jaringan penyalur BBM ilegal yang lebih besar,” tambah Rivai.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan aparat karena selain menelan korban jiwa, juga membuka kembali persoalan klasik soal peredaran BBM ilegal di Bangka Belitung yang kerap terjadi dengan berbagai modus, termasuk memodifikasi kendaraan untuk menampung solar atau pertalite secara ilegal.
Pihak Polda Kepulauan Babel mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi kegiatan penyaluran BBM ilegal di wilayahnya, guna mencegah insiden serupa terjadi kembali di masa mendatang. (yak)




