Pembubaran Geng Motor di Babel Tegas, Pramuka Dinilai Solusi atas Pendidikan Karakter

BANGKA BELITUNG, INLENS.id – Fenomena geng motor yang melibatkan remaja kembali menjadi kekhawatiran di tengah masyarakat Bangka Belitung. Aksi kebut-kebutan, konvoi liar hingga kekerasan antar kelompok menjadi pemandangan yang mulai sering terjadi, khususnya pada malam hari. Jumat (30/05/2025)
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Hendro Pandowo, menegaskan sikap tegas terhadap geng motor yang meresahkan warga.
“Komitmen saya jelas: berantas premanisme dan geng motor di Bangka Belitung. Ini tidak bisa ditawar-tawar,” kata Irjen Hendro.
“Polri harus hadir memberikan rasa aman dan nyaman. Saya sudah instruksikan jajaran untuk bertindak cepat, tegas, dan tanpa kompromi,” tambahnya.
Namun, di balik penindakan hukum, banyak pihak menilai bahwa solusi jangka panjang tak bisa hanya bergantung pada aparat. Dibutuhkan pendekatan edukatif dan pembentukan karakter sejak dini. Dalam hal ini, Gerakan Pramuka dinilai bisa jadi jawaban utama.
Pramuka: Wadah Pembentukan Karakter Remaja
Di tengah krisis moral dan identitas yang dialami sebagian remaja, Gerakan Pramuka hadir sebagai ruang pembinaan yang terstruktur dan positif. Pembina Pramuka Bangka Belitung menyatakan, Pramuka bukan hanya kegiatan baris-berbaris atau perkemahan, tetapi merupakan “sekolah kehidupan” yang menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab.




