PT Timah Perkuat Kinerja untuk Tingkatkan Kontribusi ke Negara dan Masyarakat

Namun demikian, Restu tidak menampik bahwa perusahaan menghadapi sejumlah tantangan serius dalam menjalankan operasionalnya. Salah satu tantangan terbesar adalah aktivitas tambang tanpa izin (PETI) di wilayah konsesi PT Timah, serta persoalan tumpang tindih lahan yang menghambat efektivitas pengelolaan aset dan wilayah kerja.
“Masih banyak tambang tanpa izin yang beroperasi di wilayah konsesi kami. Ini tentu menjadi tantangan besar yang harus segera diselesaikan,” katanya.
Meski dihadapkan pada berbagai kendala, PT Timah mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Pada kuartal I tahun 2025, perusahaan berhasil membukukan laba sebesar Rp116,86 miliar. Sementara itu, sepanjang tahun buku 2024, PT Timah mencetak laba bersih sebesar Rp1,19 triliun.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi dan langkah perbaikan yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan hasil yang signifikan. PT Timah optimistis kinerja positif ini dapat terus berlanjut di masa mendatang dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.




