“Konten-konten Kang Dedi sangat inspiratif. Kami para kepala daerah banyak belajar darinya, terutama dalam mengelola sumber daya daerah menjadi penerimaan yang produktif,” ungkap Rudy.
Pertemuan ini juga membahas potensi kerja sama antara Kalimantan Timur dan Jawa Barat. Rudy tertarik dengan keberhasilan Jawa Barat di bidang pertanian, perikanan, dan pariwisata, dan berharap bisa menerapkan pendekatan serupa di daerahnya.
Ia menjelaskan bahwa Kaltim memiliki wilayah seluas Pulau Jawa, namun dengan jumlah penduduk yang jauh lebih sedikit, sekitar 4 juta jiwa.
“Contohnya Kutai Timur, luasnya setara Provinsi Jawa Barat, tapi penduduknya hanya sekitar 400 ribu jiwa,” terang Rudy.
Menurutnya, hal ini menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam sektor pertanian yang saat ini masih belum optimal. Pemerintah pusat pun akan mendorong pembangunan lumbung pangan seluas hingga 25 ribu hektare di Kaltim.
Menanggapi tawaran kerja sama, Dedi Mulyadi menyambutnya dengan antusias. Ia bahkan merencanakan kunjungan balasan ke Kalimantan Timur sekitar Juni mendatang bersama Rektor ITB dan IPB, untuk menjajaki kerja sama pendidikan, pertanian, dan perkebunan.
“Kami akan ke Kaltim bulan Juni. Kita ingin bangun kolaborasi antardaerah, bukan hanya seremoni,” kata Dedi.
Pertemuan ini membuktikan bahwa komunikasi yang terbuka dapat mengubah polemik menjadi peluang kolaborasi, bahkan antara dua provinsi besar yang berbeda karakteristiknya. Dari sebutan viral “Gubernur Konten”, lahirlah inisiatif pembangunan lintas wilayah yang menjanjikan.

