
Isnaini juga menegaskan bahwa program ini tidak termasuk dalam kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, efisiensi anggaran hanya diterapkan pada beberapa sektor tertentu, seperti perjalanan dinas, sementara untuk program sembako murah tetap berjalan tanpa adanya pengurangan dana. “Efisiensi anggaran hanya dilakukan pada beberapa item tertentu, seperti perjalanan dinas. Sedangkan untuk kegiatan sembako murah, ini adalah hal pokok yang wajib dilaksanakan demi kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Perdagangan (Disnakerperindag) Kabupaten Bangka, Asep Setiawan, menyampaikan bahwa harga paket sembako murah kali ini masih sama seperti program sebelumnya, yaitu Rp105.000 per paket. “Paket sembako yang diberikan masih sama, terdiri dari 5 kg beras, 2 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng, dan 1 kg tepung terigu,” ungkap Asep.
Kegiatan ini juga dilakukan sebagai persiapan menyambut bulan Ramadan 1446 Hijriah yang akan tiba dalam waktu sekitar satu minggu lagi. Pemerintah Kabupaten Bangka berharap, melalui program ini, masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sehingga bisa lebih fokus dalam menjalankan ibadah di bulan suci.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat yang kurang mampu dapat merasakan manfaat langsung dari kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri.




