Belajar dari RSUD Banten, RSUD Soekarno Babel Siapkan Rumah Sakit Pendidikan

“Hari ini kami mengadakan kunjungan benchmarking ke RSUD Banten untuk belajar bagaimana mempersiapkan RSUD Soekarno menjadi Rumah Sakit Pendidikan yang ideal sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 93 Tahun 2015 dan Keputusan Menteri Kesehatan (KEPMENKES) RI. Tim yang hadir merupakan perwakilan dari masing-masing pokja, sehingga dapat lebih maksimal dalam mempelajari dokumen yang diperlukan,” ujar dr. Astried.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berdasarkan arahan dari Kementerian Kesehatan, RSUD Soekarno Babel disarankan untuk belajar langsung ke RSUD Banten, yang baru saja ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan sesuai regulasi terbaru.
Selain mendalami dokumen administratif, tim RSUD Soekarno Babel juga mengunjungi berbagai fasilitas pendukung di RSUD Banten untuk mendapatkan gambaran lebih jelas terkait persiapan pendirian RSP di Bangka Belitung.
“Kita memantapkan benchmarking ke RSUD Banten karena RSUD Soekarno Babel harus segera menyelesaikan segala persiapan secara maksimal pada tahun 2026. Jika berjalan sesuai rencana, mahasiswa kedokteran akan mulai menjalani pendidikan klinik atau koas di RSUD Soekarno Babel pada awal 2027. Oleh karena itu, tahun 2025 ini menjadi momen penting untuk merancang dan menyiapkan segalanya dengan matang,” tutup dr. Astried.
Dengan kunjungan ini, diharapkan RSUD Soekarno Babel dapat segera menyelesaikan berbagai persiapan menuju status Rumah Sakit Pendidikan, sehingga dapat mendukung keberlanjutan pendidikan dokter di Bangka Belitung dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.




