BeritaEkonomiNasional

Sektor IKFT Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Targetkan Kontribusi Lebih Besar pada 2025

Strategi utama yang diusung untuk mencapai target tersebut mencakup hilirisasi, restrukturisasi mesin, dan implementasi industri 4.0. Pengembangan kawasan industri petrokimia di Teluk Bintuni, Papua Barat, dan Tanjung Enim, Sumatra Selatan, menjadi salah satu langkah strategis yang diharapkan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing global.

Transformasi Menuju Keberlanjutan

Di tengah laju pertumbuhan, sektor IKFT juga bergerak menuju keberlanjutan dengan mengusung konsep dekarbonisasi dan ekonomi sirkular. Pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan baku baru dan daur ulang limbah tekstil menjadi produk bernilai tambah menjadi fokus utama. Upaya ini tidak hanya menjawab tantangan lingkungan tetapi juga membuka peluang baru bagi industri.

Baca juga  Pemerintah Dukung Pengembangan Kawasan Aerotropolis untuk Tingkatkan Konektivitas Logistik

Namun, tantangan tetap ada. Ketidakstabilan politik global dan persaingan dengan produk impor menjadi hambatan yang harus diatasi. “Kebijakan harga gas bumi tertentu serta pengendalian impor sangat penting untuk memperkuat daya saing industri dalam negeri,” kata Reni.

Dengan strategi yang terarah dan inovasi berkelanjutan, sektor IKFT diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Meskipun menghadapi tantangan besar, sektor ini terus membuktikan ketangguhan dan kontribusinya sebagai pilar utama perekonomian Indonesia.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles