
“Keberadaan mereka di Indonesia harus memberikan manfaat nyata. Ini bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat industri teknologi nasional,” tegas Agus.
Posisi Pemerintah yang Tegas
Pemerintah menekankan bahwa kebijakan investasi ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan industri teknologi dalam negeri sekaligus menjaga keseimbangan dalam hubungan perdagangan. Jika Apple tidak memenuhi syarat yang ditetapkan, mereka berpotensi menghadapi regulasi yang lebih ketat di Indonesia.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur teknologi di Asia Tenggara. “Kita ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga bagian dari rantai pasok global yang bernilai tinggi,” ujar Agus.
Dengan posisi pemerintah yang semakin tegas, Apple kini menghadapi pilihan sulit: memenuhi tuntutan investasi yang diajukan atau menerima konsekuensi berupa hambatan regulasi di salah satu pasar smartphone terbesar di dunia.



