Bangka TengahBeritaDaerah

Diduga Aniaya Siswa di Kelas, Oknum Guru SMA Lubuk Besar Dilaporkan ke Polisi

KOBA, INLENS.id – Dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan kembali mencuat di Kabupaten Bangka Tengah. Seorang siswa SMA Lubuk Besar berinisial GA diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum guru berinisial DW. Peristiwa yang disebut terjadi pada Senin (6/9/2026) itu kini telah dilaporkan secara resmi ke Polres Bangka Tengah.

Keluarga korban memilih menempuh jalur hukum setelah menilai dugaan kekerasan yang dialami anaknya tidak dapat diselesaikan hanya melalui mediasi.

Berawal dari Suara Besi Dipukul

Ayah korban, Agusman, menceritakan bahwa insiden bermula ketika kelas anaknya belum didampingi wali kelas. Saat itu, GA bersama beberapa temannya berada di luar kelas dan memukul bilah besi menggunakan paku.

Menurut Agusman, seorang guru yang sedang mengajar di kelas lain kemudian keluar dan menanyakan siapa yang membuat suara tersebut.

Baca juga  Timah Mengajar, Bersama Guru Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas di Lingkar Tambang

“Anak saya mengaku sambil berseloroh,” kata Agusman kepada media ini, Minggu (13/9/2026).

Namun, menurut keterangan keluarga, pengakuan tersebut justru berujung pada dugaan tindakan kekerasan.

Diduga Ditendang, Ditampar, dan Dipaksa Mengajar

Agusman menuturkan, anaknya diduga ditendang hingga terjatuh, kemudian ditampar beberapa kali dan diseret masuk ke ruang kelas.

Di hadapan sekitar 30 siswa yang sedang mengikuti pelajaran, korban disebut dipaksa mengajar di depan kelas.

Karena menolak dengan alasan tidak mampu, korban diduga kembali menerima tamparan.

“Anak saya kemudian diberi lima pertanyaan. Karena hanya bisa menjawab satu, dia ditampar lagi berulang kali di depan teman-temannya,” ujar Agusman.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan