Diduga Aniaya Siswa di Kelas, Oknum Guru SMA Lubuk Besar Dilaporkan ke Polisi

Korban Jalani Visum
Usai kejadian, keluarga membawa korban menjalani pemeriksaan medis untuk kepentingan Visum et Repertum.
Hingga kini, hasil visum maupun pemeriksaan psikologis korban masih menunggu keluarnya laporan resmi dari pihak medis.
“Saat ini nunggu hasil visum, belum keluar,” katanya.
Guru Minta Maaf, Keluarga Tetap Lapor Polisi
Menurut Agusman, terlapor telah menyampaikan permohonan maaf melalui pesan WhatsApp pada Minggu (13/9/2026).
Kepala SMAN 1 Lubuk Besar bersama guru yang bersangkutan juga disebut telah berupaya mengundang keluarga korban untuk bermusyawarah.
“Pihak sekolah sudah pernah mengundang istri saya dan bibinya anak saya untuk mediasi, tapi saya sebagai ayah tidak menyuruh mereka datang ke sekolah,” ujarnya.
Meski demikian, Agusman memutuskan tetap melanjutkan proses hukum sebagai bentuk upaya mencari keadilan sekaligus memberikan efek jera apabila dugaan tersebut terbukti.
Ia juga mengaku mendengar adanya dugaan kasus serupa yang disebut pernah terjadi di sekolah tersebut dan diselesaikan melalui mediasi internal.
“Sering terjadi, tapi pihak sekolah selalu mediasi dengan orang tuanya, terus selesai di sekolah,” ungkapnya.
Polisi dan Sekolah Masih Dikonfirmasi
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Kepala SMA Lubuk Besar, guru berinisial DW sebagai terlapor, Dinas Pendidikan setempat, serta Polres Bangka Tengah terkait kronologi kejadian, proses mediasi, dan perkembangan penanganan laporan yang telah diajukan keluarga korban.
Kasus ini masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum, sementara hasil pemeriksaan medis korban juga masih ditunggu sebagai bagian dari proses penyelidikan.




