BeritaDaerahKundurPT Timah

PT TIMAH Dorong Lahirnya Batik Khas Kundur, Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Masyarakat

KUNDUR, INLENS.id – Upaya menghadirkan sumber ekonomi baru berbasis budaya lokal terus dilakukan PT TIMAH (Persero) Tbk melalui pembinaan Rumah Batik Kundur di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Program ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam mendorong lahirnya pelaku usaha kreatif sekaligus membangun identitas batik khas daerah yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat Kundur.

Komitmen tersebut terlihat saat Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT TIMAH Tbk, Ratih Mayasari, mengunjungi Rumah Batik Kundur dan berdialog langsung dengan para pelaku UMKM binaan yang saat ini tengah mengembangkan berbagai motif batik khas Pulau Kundur.

Ratih Mayasari mengapresiasi perkembangan Rumah Batik Kundur yang dinilai menjadi bukti bahwa sektor pertambangan juga dapat berkontribusi dalam membangun ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.

“Saya mengapresiasi tim yang telah membantu memfasilitasi lahirnya UMKM baru yang bergerak di bidang batik khas Kundur. Ini membuktikan bahwa perusahaan tambang hadir bukan hanya untuk mengelola sumber daya alam, tetapi juga ikut menciptakan peradaban,” kata Ratih.

Menurutnya, pengembangan UMKM batik ini diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“PT TIMAH akan terus mendampingi agar lahir pengrajin batik khas Kundur yang pertama kalinya ada di Kundur, sehingga nantinya dapat tumbuh besar, kuat, dan menjadi pilar ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Rumah Batik Kundur, Farhida Hanum, mengaku bangga menjadi bagian dari kelompok binaan PT TIMAH. Ia mengatakan, perjalanan Rumah Batik Kundur dimulai dari proses pembinaan sejak awal, mulai dari pengumpulan anggota hingga pelatihan keterampilan membatik.

“Bisa dibilang semuanya dimulai dari nol. PT TIMAH yang mengumpulkan kami, ibu-ibu yang memiliki kemampuan menjahit, kemudian diberikan ruang untuk berkembang bersama membangun Batik Kundur,” katanya.

Farhida menjelaskan, para anggota telah mendapatkan berbagai pelatihan membatik yang difasilitasi PT TIMAH, termasuk pelatihan intensif selama tiga hari pada tahun 2025 yang semakin meningkatkan kemampuan mereka dalam menghasilkan karya batik.

“Kami mendapat pelatihan selama tiga hari dan itu sangat membantu. Sebelumnya juga pernah belajar dari rekan-rekan di Karimun, sehingga sekarang kami bisa mulai mengembangkan batik khas daerah sendiri,” ujarnya.

Baca juga  Permudah Cek Kesehatan Lansia, PT Timah Salurkan Alat Kesehatan untuk Yayasan Bina Citra Kundur

Menurut Farhida, ketertarikannya pada dunia batik tidak hanya didorong oleh peluang ekonomi, tetapi juga keinginan untuk turut melestarikan warisan budaya Indonesia.

“Tertarik membatik karena batik merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Kami ingin Kundur juga punya identitas batiknya sendiri,” katanya.

Saat ini, Rumah Batik Kundur mengembangkan berbagai motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya lokal. Di antaranya motif siput khas Kundur yang menjadi bahan utama makanan tradisional lendot, motif dedaunan, bunga lokal, hingga bentuk geografis Pulau Kundur.

“Kami punya motif siput khas Kundur, kemudian daun dan bunga lokal yang kami kombinasikan menjadi motif batik. Ada juga motif yang menceritakan tentang Pulau Kundur,” jelasnya.

Selain batik tulis, kelompok ini juga fokus mengembangkan batik ecoprint dengan memanfaatkan berbagai jenis daun yang tumbuh di sekitar lingkungan mereka sebagai bahan utama pembentuk motif alami.

“Daun-daun yang ada di sekitar kami kumpulkan dan diolah menjadi motif ecoprint. Karena masih baru, kami fokus memperkuat identitas ecoprint terlebih dahulu,” katanya.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan dalam memahami karakter bahan dan teknik produksi, para anggota Rumah Batik Kundur terus berupaya meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kami masih terus belajar karena tidak semua bahan bisa digunakan untuk ecoprint. Jadi kami terus mencoba dan belajar mengenali bahan yang cocok agar kualitas produk semakin baik,” ujarnya.

Farhida berharap pelatihan dan pendampingan yang diberikan PT TIMAH dapat terus berlanjut sehingga Rumah Batik Kundur mampu melahirkan para pembatik profesional dan produk-produk unggulan yang dikenal luas oleh masyarakat.

“Harapannya nanti kami bisa menjadi pembatik yang benar-benar profesional dan memiliki produk yang dikenal luas. Semoga pelatihan dan workshop terus berlanjut agar kemampuan kami semakin berkembang,” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan