BeritaDaerahPangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Di Bawah Prof Udin–Cece Dessy, Inflasi Terkendali, Pangkalpinang Tembus Peringkat 2 Nasional

PANGKALPINANG, INLENS.id – Pemerintah Kota Pangkalpinang menunjukkan kinerja yang konsisten dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin, bersama Wakil Wali Kota Cece Dessy, pengendalian inflasi tidak lagi sekadar agenda rutin, melainkan dijalankan melalui langkah konkret yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Berdasarkan data terbaru, Pangkalpinang menempati peringkat kedua nasional dalam pengendalian inflasi dari 96 kota di Indonesia. Laju inflasi tercatat sebesar 0,78 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 2,42 persen. Capaian ini menjadi indikator bahwa strategi pengendalian yang diterapkan pemerintah kota berjalan efektif, terutama melalui peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari kerja yang berlangsung secara konsisten, bukan sesuatu yang diperoleh secara instan. Koordinasi lintas sektor, menurut dia, terus diperkuat untuk memastikan pengendalian berjalan terstruktur.

Baca juga  Dukung Program Sosial Pemkot, Bank Sumsel Babel Syariah Tunjukkan Kepedulian Lewat Bantuan Sosial

“Kota Pangkalpinang berada di peringkat kedua dari 96 kota. Inflasi kita saat ini 0,78 persen,” ujar Juhaini usai mengikuti rapat pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, struktur inflasi di Pangkalpinang memiliki karakteristik tersendiri. Tekanan terbesar berasal dari sektor transportasi dengan kontribusi sebesar 0,46 persen, sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau relatif terkendali di angka 0,16 persen. Kondisi ini menunjukkan pengaruh faktor eksternal masih cukup kuat, terutama kenaikan harga bahan bakar pesawat yang berdampak pada tarif angkutan udara.

Meski demikian, langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah daerah dinilai mampu meredam tekanan tersebut. Inflasi tetap terjaga dalam batas aman dan mampu bersaing di tingkat nasional.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan