Sektor Tambang Melemah, BPS Khawatir Angka Kemiskinan Tak Turun

BANGKA TENGAH, INLENS.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Tengah, I Ketut Mertayasa mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di daerah tersebut yang berada di angka 6,70 persen sangat dipengaruhi oleh kontraksi atau melemahnya sektor pertambangan.
Sektor pertambangan yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian masyarakat, kata dia, mengalami perlambatan sepanjang 2025, sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan warga.
“Angka kemiskinan ini kita lihat per individu atau per jiwa, bukan berdasarkan golongan umur. Dan kategori yang paling banyak terdampak itu dari sektor pertambangan, karena pada 2025 sektor ini masih mengalami kontraksi,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, banyak tenaga kerja di sektor pertambangan mengalami penurunan pendapatan akibat lesunya aktivitas di sektor tersebut. Kondisi ini turut mendorong peningkatan angka kemiskinan di Bangka Tengah.
Menurutnya, meski sebagian masyarakat beralih ke sektor lain seperti pertanian, namun hasilnya belum optimal karena keterbatasan keahlian dan pengalaman.
“Kalaupun mereka beralih ke pertanian, belum tentu maksimal karena bukan bidang yang mereka tekuni sebelumnya,” jelasnya.




