Kumpul Pemuda di Pesantren, KNPI Babel Desak APBD Lebih Berdampak bagi 490 Ribu Pemuda

Ukur Dampak, Bukan Jumlah Kegiatan
Lebih jauh, Zamzami mengajak pemerintah untuk mengubah cara mengukur keberhasilan program kepemudaan.
Menurutnya, keberhasilan anggaran kepemudaan tidak cukup dilihat dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi dari dampak yang dihasilkan bagi kehidupan pemuda.
“Sudah saatnya mengukur keberhasilan anggaran kepemudaan bukan dari berapa banyak kegiatan dilaksanakan, tetapi berapa banyak pemuda memperoleh pekerjaan, berapa usaha muda tumbuh, dan berapa masalah pemuda yang berhasil diselesaikan,” katanya.
Ia mengingatkan agar anggaran kepemudaan tidak berhenti pada kegiatan yang bersifat seremonial tanpa menghasilkan perubahan jangka panjang.
“Jangan sampai anggaran untuk pemuda justru habis tanpa masa depan yang dibangun. Pemuda bukan objek politik anggaran. Pemuda adalah investasi masa depan daerah,” tegas Zamzami.
Zamzami menegaskan KNPI akan terus mengambil posisi sebagai mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah.
Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah tetap diperlukan untuk mempercepat pembangunan. Namun, KNPI juga harus tetap memiliki keberanian untuk memberikan kritik ketika kebijakan yang diambil dinilai belum memberikan ruang dan manfaat yang cukup bagi pemuda.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 melalui kegiatan “Kumpul Pemuda – Pemuda Yantri” pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat konsolidasi dan gagasan pemuda dalam membangun masa depan Bangka Belitung.
“APBD Berdampak, Pemuda Berdaya, Bangka Belitung Berjaya!” menjadi pesan yang digaungkan KNPI Babel dalam momentum tersebut.




