BeritaDaerahDPRD BabelPangkalpinang

Dukung Pendidikan Dody Kusdian Minta Pemerintah dan Dunia Usaha Bersinergi

Dody mengingatkan bahwa Perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang CSR sudah ada sejak lama. Namun masalah utamanya adalah implementasi yang lemah. Pemerintah provinsi dinilai belum menyusun perencanaan yang jelas mana yang dibebankan lewat APBD, mana yang didukung lewat CSR dunia usaha.

“Perda sudah ada, bahkan sudah sangat lama. Tapi bagaimana implementasinya? Pemerintah provinsi harus membuat perencanaan yang tegas: program mana yang dianggarkan lewat APBD, mana yang dibantu lewat CSR. Itu yang harus dikukuhkan. Selama ini tidak ada pembagian yang jelas,” ungkap Dody.

Selain pelajar, Dody juga menyoroti kesejahteraan dan pengembangan kompetensi guru. Dukungan terhadap keinginan guru untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kualifikasi akademik juga perlu diprogramkan secara serius, tidak hanya menjadi wacana.

Baca juga  Pahlivi Soroti Kinerja Diskominfo Babel: "Mimpi Mau Nilai SPBE Tinggi, Urusi Website Saja Tak Becus"

Dody berharap ke depan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan dunia usaha :

– Pemerintah menyusun peta kebutuhan pendidikan yang jelas

– Dunia usaha menyalurkan CSR secara terprogram, terencana, dan terukur

– Sosialisasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda CSR diperkuat

– Dukungan terhadap pelajar maupun guru menjadi prioritas bersama

“Kalau CSR dilakukan secara terencana dan terprogram, dampaknya jauh lebih besar dan bisa benar-benar membantu dunia pendidikan kita. Bukan sekadar seremonial sesaat,” pungkas Dody.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan