
Ia menjelaskan, pasien thalasemia yang membutuhkan darah secara rutin menjadi perhatian komunitas, selain itu juga penderita gagal ginjal yang menjalani hemodialisa maupun pasien dengan kondisi medis tertentu.
“Sering kali yang menjadi tantangan adalah mencari pendonor. Karena itu kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat, termasuk ke sekolah-sekolah seperti SMAN 1 Pemali, agar semakin banyak generasi muda memahami pentingnya donor darah,” ujarnya.
Andrea mengungkapkan, bantuan PT TIMAH kepada para pendonor sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor darah aktif yang telah sukarela mendonorkan darahnya demi membantu sesama.
“Kami berharap dukungan dari PT TIMAH dapat terus berlanjut sehingga kegiatan sosial ini bisa menjangkau lebih banyak masyarakat. Harapan kami, ke depan ketersediaan darah di Kabupaten Bangka semakin baik sehingga kebutuhan pasien dapat terpenuhi dengan cepat,” katanya. (*)




