119 Posyandu Jadi Garda Terdepan, Pemkot Pangkalpinang Perkuat Perang Melawan HIV, TBC dan Malaria

“Kehadiran 119 Posyandu beserta para kadernya merupakan bagian dari upaya sinkronisasi program. Dalam implementasi 6 SPM ini terdapat keterkaitan dengan berbagai sektor, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, hingga pekerjaan umum,” ujar Agus Efendi.
Menurutnya, Posyandu saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi sarana pelayanan masyarakat yang mendukung berbagai program pemerintah, termasuk pembinaan keluarga balita dan keluarga lansia.

Selain penguatan Posyandu, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting dalam menyelaraskan langkah penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.
Agus Efendi menjelaskan bahwa kondisi kasus HIV di Kota Pangkalpinang saat ini relatif stabil dan tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan terhadap HIV maupun TBC melalui berbagai program edukasi, deteksi dini, dan pendampingan masyarakat.
“Pemerintah tetap berupaya menjaga pengendalian HIV dan TBC agar tidak terjadi peningkatan kasus. Pencegahan dan edukasi kepada masyarakat terus dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap melalui kegiatan ini dapat terbangun koordinasi yang semakin kuat antarinstansi, sehingga program pencegahan, pengendalian, dan penanganan penyakit dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.




