
“Alhamdulillah operasinya berhasil. Sekarang Habibi masih dalam proses pemulihan dan tetap harus kontrol rutin ke Batam,” ujarnya.
Sebagai pedagang kaki lima dengan empat orang anak, Abdul Wahab mengaku biaya pengobatan dan perjalanan untuk kontrol rutin menjadi tantangan berat bagi keluarganya. Selain biaya medis, kebutuhan akomodasi selama berada di Batam juga membutuhkan dana yang tidak sedikit.
“Kalau berhari-hari di Batam tentu biayanya lumayan besar. Sementara saya hanya jualan yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Di tengah keterbatasan ekonomi tersebut, bantuan biaya pengobatan dari PT TIMAH dinilai sangat meringankan beban keluarga.
“Dengan adanya bantuan ini, Alhamdulillah kami cukup terbantu untuk biaya akomodasi dan pengobatan lanjutan Habibi,” katanya.
Abdul Wahab pun berharap kepedulian seperti ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu, khususnya mereka yang sedang menghadapi persoalan kesehatan dan keterbatasan ekonomi.
“Harapan kami ke depan, semoga PT TIMAH bisa terus membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. (*)




