Totok Suryanto: Tegaskan Profesionalisme Jurnalis, Tolak Praktik Copy-Paste Tanpa Verifikasi

“Kita punya aturan-aturan, pedoman media siber, pedoman pemberitaan anak, disabilitas, dan sebagainya. Ini penting untuk dipahami dan dijalankan,” katanya.
Totok turut mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam mengonsumsi informasi, terutama di tengah maraknya konten dari media sosial dan influencer yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
“Sekarang banyak konten dari media sosial dan influencer. Ini harus disikapi hati-hati karena tidak semuanya bisa dipercaya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya verifikasi media sebagai acuan kepercayaan publik terhadap informasi.
Menurutnya, media yang terverifikasi cenderung lebih dapat dipertanggungjawabkan dibandingkan sumber yang tidak jelas.
Lebih lanjut, Totok mengimbau jurnalis untuk tetap menjunjung tinggi etika, termasuk menghormati aturan dan batasan dalam peliputan di institusi tertentu.
“Kita harus memahami aturan di setiap tempat. Tidak semua ruang bisa dimasuki sembarangan, dan jurnalis harus tetap menghormati itu,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Totok berharap insan pers dapat terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya, sehingga mampu menghadirkan informasi yang benar, mendidik, dan bermanfaat bagi masyarakat.




