
Seiring waktu, produk yang dihasilkan semakin beragam. Mulai dari kerajinan decoupage, dompet koin, tas, gantungan kunci, bros, gelang keramik, topi ecoprint, hingga lilin aromaterapi.
Setiap produk dibuat dengan sentuhan personal yang menjadi ciri khas tersendiri.Keunikan inilah yang membuat produk Studio Dian Tantra memiliki identitas kuat di tengah persaingan industri kerajinan yang semakin kompetitif. Tidak sekadar mengikuti tren, setiap karya mencerminkan karakter dan kreativitas sang pembuat.
Namun, di balik perkembangannya, Dian mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal ketersediaan bahan baku. Sebagian besar material harus didatangkan dari luar daerah karena keterbatasan supplier di Belitung.
“Tantangan kami saat ini adalah memenuhi permintaan pasar, sementara bahan baku harus didatangkan dari luar karena supplier di sini masih terbatas,” jelasnya.
Dalam hal pemasaran, Dian masih mengelola usahanya secara mandiri melalui platform digital serta mengikuti berbagai bazar. Meski hanya didukung dua karyawan, Studio Dian Tantra tetap mampu menjaga kualitas dan menghasilkan produk-produk eksklusif.
Dukungan juga datang dari Rumah BUMN Belitung yang dikelola PT TIMAH menjadi wadah pengembangan bagi pelaku UMKM. Dian mengaku terbantu, terutama dalam hal pemasaran dan peningkatan kapasitas usaha melalui berbagai pelatihan.
“Saya juga mendapatkan banyak pelatihan yang sangat membantu pengembangan usaha,” katanya. (*)




