ARMABA dan Alumni ISBA Desak Proses Hukum Berlanjut, Minta Sekda Bangka Bertanggung Jawab atas Insiden Pemukulan Mahasiswa di Asrama ISBA Yogyakarta

Sebagai bentuk pembelajaran dan penegakan etika pemerintahan, Moris menyampaikan bahwa pihaknya meminta Bupati Bangka mencopot jabatan Sekda dan Plh. Kasat Pol PP, guna menjaga marwah pemerintahan dan memberikan rasa keadilan bagi korban.
Tak hanya itu, ARMABA dan Alumni ISBA juga mendesak agar Bupati Bangka membuka ruang audiensi dengan para alumni ISBA dan penghuni Asrama ISBA Yogyakarta untuk membahas secara terbuka peristiwa tersebut, termasuk kejelasan penugasan Sekda dan Plh. Kasat Pol PP Kabupaten Bangka dalam kapasitas tindakan di Asrama ISBA Yogyakarta.
Selain ke pemerintah kabupaten, ARMABA dan Alumni ISBA turut meminta audiensi dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, guna membahas status Asrama ISBA Yogyakarta serta mengevaluasi secara menyeluruh insiden yang telah terjadi.
“Kami ingin kasus ini tidak berhenti di tengah jalan. Ini menyangkut keselamatan mahasiswa, wibawa lembaga pendidikan, dan tanggung jawab moral pejabat publik,” pungkas Moris.
Sebelumnya, kasus dugaan pemukulan terhadap mahasiswa ISBA ini telah menjadi perhatian publik dan memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa serta alumni, yang menilai tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, terlebih jika melibatkan oknum pejabat negara.
ARMABA dan Alumni ISBA menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi tegaknya keadilan dan perlindungan terhadap mahasiswa.(yak)
