ARMABA dan Alumni ISBA Desak Proses Hukum Berlanjut, Minta Sekda Bangka Bertanggung Jawab atas Insiden Pemukulan Mahasiswa di Asrama ISBA Yogyakarta

PANGKALPINANG,INLENS.id – Aliansi Mahasiswa dan Alumni Bangka (ARMABA) Yogyakarta bersama keluarga besar Alumni ISBA menyatakan sikap tegas terkait dugaan tindak kekerasan terhadap seorang mahasiswa ISBA bernama Dhaifu yang terjadi di lingkungan Asrama ISBA Yogyakarta.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan langsung oleh Moris, selaku perwakilan ARMABA dan Alumni ISBA, menyusul mencuatnya kasus dugaan pemukulan mahasiswa yang diduga melibatkan oknum pejabat daerah asal Bangka Belitung.
“ARMABA Yogyakarta sebagai alumni ISBA dan Asrama ISBA Yogyakarta dengan tegas mendukung agar proses hukum atas peristiwa ini terus berlanjut dan diusut secara transparan serta adil,” tegas Moris dalam keterangan persnya.
Moris menegaskan, dukungan serupa juga datang dari ARMABA dan Alumni ISBA yang berada di Pulau Bangka, yang sepenuhnya mendukung langkah hukum yang tengah ditempuh oleh pihak keluarga korban.
Lebih lanjut, ARMABA dan Alumni ISBA mengecam keras segala bentuk arogansi dan tindak kekerasan yang dialami saudara Dhaifu. Menurut Moris, peristiwa tersebut bukan hanya melukai korban secara fisik dan psikis, tetapi juga merupakan penghinaan terhadap harkat dan martabat mahasiswa, serta mencoreng nama baik keluarga besar Alumni ISBA Yogyakarta.
“Atas kejadian ini, kami secara terbuka meminta pertanggungjawaban dari Sekda Bangka yang diduga terlibat dalam insiden tersebut,” ujar Moris.
Dalam pernyataannya, ARMABA dan Alumni ISBA juga meminta kepada Bupati Bangka untuk mengambil langkah tegas dengan menindak oknum Sekda Kabupaten Bangka dan Plh. Kasat Pol PP Kabupaten Bangka yang diduga berkaitan dengan peristiwa ini.
