Serikat Buruh Babel Gelar Apel Kebangsaan

“Kami selaku bangsa Indonesia mengucapakan terimakasih kepada Presiden Prabowo sudah membantu memperjuangkan Kemerdekaan Palestina akan tetapi lebih bagus Presiden Prabowo bisa membantu memperjuangkan nasib Buruh Indonesia.”kata Kosim.
Terkait insiden aksi anarkis di kantor PT. Timah yang terjadi kemarin, Kosim harapkan agar Gubernur Kep. Babel bisa menindak para pengusaha maupun perusahaan yang nakal dan mendesak penggunaan tenaga kerja yang ada di Babel untuk mengurus perusahaan yang ada di Prov. Kep. Babel.
“Kami bukan musuh Pemerintah tapi kami ikut membantu pemerintah walaupun tidak digaji oleh pemerintah jadi kami harapkan untuk mempertimbangkan nasib-nasib buruh dan memantau upah buruh 2026 menjadi lebih baik.”tegas Kosim.
Usai penyampaian orasi-orasi dari beberapa perwakilan serikat buruh, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap Serikat Buruh yang tergabung dalam KSPSI Babel.
Berikut penyataan sikap dari Serikat Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K.SPSI) Provinsi Kep. Babel :
1. Kami siap berperan aktif menjaga stabilitas dan kondusifitas daerah dalam menghadapi pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026, dengan tetap memperjuangkan kebijakan upah yang adil, rasional, dan berpihak pada kesejahteraan buruh serta keberlanjutan dunia usaha di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
2. Kami mendorong pemerintah daerah, dewan pengupahan, dan seluruh pemangku kepentingan agar penetapan UMP tahun 2026 mempertimbangkan prinsip keadilan sosial, peningkatan daya beli buruh, serta kondisi ekonomi dan inflasi daerah demi terciptanya kesejahteraan yang berimbang.
3. Kami menyatakan sikap mendukung pembahasan rancangan undang-undang ketenagakerjaan yang berpihak kepada buruh dan menjamin kepastian kerja, kepastian pendapatan, dan perlindungan sosial bagi seluruh tenaga kerja Indonesia, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
4. Kami menolak segala bentuk kebijakan ketenagakerjaan yang dapat mengurangi hak-hak dasar buruh, seperti pengurangan upah minimum, fleksibilitas kerja yang eksploitatif, serta sistem kerja kontrak dan outsourcing yang tidak manusiawi.
5. Kami tegaskan komitmen KSPSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk terus menjadi mitra pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan iklim kerja yang sehat, harmonis, dan produktif guna mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan sejahtera.
6. Kami mengajak seluruh buruh Bangka Belitung untuk bersatu, memperkuat solidaritas, dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan antar pekerja serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.




