BeritaDaerahPangkalpinangPemkot Pangkalpinang

Kursi Kosong dan Dewan Terlambat, Rapat Paripurna Hari Jadi Pangkalpinang Jadi Cermin Buruk

Lebih ironis lagi, saat acara hampir berakhir dan memasuki pembacaan doa, wartawan yang berjaga di lokasi menciduk segerombol anggota dewan baru datang dan bersiap masuk ruang sidang. Padahal, jalannya paripurna sudah tinggal hitungan menit menuju penutupan.

Pemandangan ini sontak menuai cibiran. Bagaimana mungkin wakil rakyat datang terlambat di forum sakral yang memperingati hari lahir kota mereka sendiri?

Apalagi masyarakat menaruh ekspektasi tinggi bahwa para legislator hadir tepat waktu, memberi teladan, dan menunjukkan rasa hormat pada momen bersejarah.

“Datang ketika doa penutup sudah dibacakan, itu sama saja melecehkan marwah paripurna istimewa. Rakyat bisa melihat siapa yang sungguh-sungguh mengabdi dan siapa yang hanya sekadar hadir formalitas,” kritik seorang yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga  3 Jam Diperiksa, Nursamsi Sebut Klarifikasi Kasus Perjalanan Dinas DPRD Berlangsung Santai

Meski rapat paripurna tetap berjalan sesuai agenda dengan dihadiri unsur pimpinan DPRD dan Wali Kota Pangkalpinang, fakta bahwa sejumlah anggota datang terlambat mempertebal catatan miris. Hari jadi yang seharusnya jadi panggung kebanggaan berubah menjadi cermin buruk kedisiplinan.

Di usia ke-268, Pangkalpinang dituntut terus maju. Namun dengan perilaku wakil rakyat yang abai hadir dan bahkan baru muncul di ujung acara, publik patut bertanya, benarkah mereka pantas menyandang predikat sebagai representasi rakyat kota ini?

(3doy/JMSI)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles