
Sementara itu, Rismy Wira Madonna menyampaikan bahwa keberhasilan pariwisata saat ini tidak diukur dari jumlah kunjungan semata, tetapi dari kualitas pengalaman wisatawan. “Wisatawan sekarang mencari kenyamanan dan pengalaman yang berkesan. Indikatornya bisa dilihat dari lama mereka menginap,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi, Wydia Kemala Sari, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membangun citra wisata. Ia menyebut masyarakat perlu mengadopsi paradigma wisata agar mampu mendukung ekosistem pariwisata secara berkelanjutan.
“Kekuatan budaya lokal sudah ada, tinggal bagaimana masyarakat ikut serta menjadikan lingkungannya sebagai identitas pariwisata. Kami dari provinsi siap mendukung secara penuh,” ujar Wydia.
Dialog ini menjadi langkah awal sinergi antar-pemangku kepentingan dalam mewujudkan kebangkitan pariwisata Bangka, demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya daerah.




