
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan memaksimalkan pemanfaatan alat kesehatan yang diterima. Didukung SDM yang kompeten dan siap pakai, kami akan memastikan setiap alokasi memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
RSUD Depati Bahrin menjadi salah satu rumah sakit yang menerima alokasi alkes tahun ini, mencakup peralatan untuk pelayanan intensif, bedah, dan diagnostik.
Program SIHREN dirancang untuk mendistribusikan alkes secara digital dan berbasis pada data kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, Kemenkes RI ingin memastikan agar distribusi alkes tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga dapat langsung dimanfaatkan oleh rumah sakit penerima.
Diharapkan, langkah ini akan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan.
Dengan kesiapan sarpras dan SDM yang terus diperkuat, RSUD Depati Bahrin diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bangka dan sekitarnya.




