Menurut Ali, para menteri dengan nilai tertinggi dinilai publik memiliki arah kebijakan yang jelas, efisien dalam tata kelola, serta adaptif dan responsif terhadap dinamika publik. “Gaya kepemimpinan yang komunikatif juga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kami,” tambahnya.
IndoStrategi melaksanakan riset ini pada periode 17 Maret hingga 25 April 2025. Penelitian menggunakan metode purposive sampling dan pendekatan kualitatif, termasuk triangulasi data dari dokumen Asta Cita serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024–2029.
Sebanyak 67 ahli dari berbagai bidang dan daerah di Indonesia turut dilibatkan dalam proses riset ini. Untuk memperkuat hasil, IndoStrategi juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) serta mengkaji media dan riset relevan lainnya.
Secara umum, kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran mendapat skor rata-rata 3,54, yang dikategorikan dalam tingkat sedang. Hasil ini mencerminkan adanya ruang untuk perbaikan di berbagai sektor, meski beberapa menteri telah menunjukkan performa menonjol.

