
“Korban diketahui biasanya kembali di pagi hari. Pihak keluarga berusaha menghubungi korban, namun korban tidak dapat dihubungi,” ujarnya.
Kemudian pada 20 Januari 2025 pihak keluarga mencari keberadaan korban hingga pukul 14.17 WIB, namun korban tidak ditemukan.
“Perahu beserta peralatan milik korban ditemukan masih di atas perahu. Namun korban tidak ditemukan berada di sekitaran perahu. Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR,” katanya.
Menerima informasi tersebut, Kansar Pangkalpinang memberangkatkan satu Tim Rescuer USS Tanjung Pandan menuju lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian korban.
“Atas berhasil ditemukannya korban, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam membantu pencarian korban,” tutur Oka.




