
Menyinggung potensi pasar wisatawan mancanegara, Asia Timur diprediksi menjadi pasar terbesar dengan kontribusi 71,79%, diikuti dengan Asia Tenggara (53,85%) dan Oseania (51,28%). Oleh karena itu, pemasaran yang fokus pada negara-negara potensial ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia.
Tren aktivitas luar ruang juga semakin diminati, seperti star bathing (menikmati pemandangan langit malam penuh bintang), gig-tripping (tur musik lintas negara), dan coolcations (liburan di destinasi sejuk). Indonesia memiliki banyak destinasi untuk mendukung tren ini, seperti kawasan Kaldera Gunung Batur di Bali Utara yang menjadi alternatif wisata sejuk selain Bali Selatan.
Pada 2025, Kemenparekraf menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 14,6 hingga 16 juta orang, dengan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB diprediksi naik menjadi 4,6%. Devisa dari sektor ini diperkirakan mencapai USD 19 hingga 22,1 miliar, dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 25,8 juta orang.




