Bangka SelatanBeritaHukum dan Kriminal

Dari 8 Truk, Hanya 6 yang Diperiksa Lebih Lanjut. Dua Truk Lainnya Kemana?

“8 truk beserta sopirnya langsung dibawa ke Posal Sadai Lanal Babel untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Lettu Roy.

Namun, setelah pemeriksaan awal, hanya 6 truk yang dinyatakan perlu dilanjutkan ke tahap penyelidikan di Markas Komando Lanal Babel. Lettu Roy tidak memberikan rincian terkait dua truk lainnya yang tidak dilanjutkan penyelidikannya.

“Setelah dilaksanakan pemeriksaan dari 8 truk, hanya 6 truk yang perlu dilaksanakan penyelidikan lebih lanjut di Mako Lanal Babel. Saat ini kami masih menunggu instruksi dari komando atas untuk tindak lanjut,” imbuhnya.

Dugaan Keterlibatan Pengusaha Besar

Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar, truk-truk tersebut diduga milik pengusaha besar asal Belitung, yakni PO dan AH dari Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat. Namun, TNI AL belum memberikan konfirmasi resmi terkait keterlibatan keduanya.

Baca juga  Penertiban PKL di Toboali Berjalan Kondusif, PolPP Sediakan Lokasi Alternatif

“Kalau informasi yang beredar, katanya itu milik PO dan AH,” ungkap salah satu sumber kepada media ini.

Proses Penyelidikan Berlanjut

Hingga kini, TNI AL belum merilis jumlah pasti pasir timah yang diamankan dalam operasi ini. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh Lanal Babel untuk mengungkap jaringan penyelundupan ini.

Operasi gabungan ini mencerminkan komitmen TNI AL dalam menindak tegas aktivitas ilegal yang merugikan negara, khususnya di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Namun, kejelasan terkait dua truk yang tidak dilanjutkan penyelidikannya serta dugaan keterlibatan pengusaha besar masih menjadi perhatian publik.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Check Also
Close