
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Madiun Anang Sulistyono yang mendampingi di acara ADWI menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah hasil sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Program pendampingan tata kelola desa wisata oleh Kementerian Pariwisata juga berkontribusi signifikan dalam menciptakan desa wisata yang mandiri dan berdaya saing global.
“Harapan kami, Gunungsari tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, melainkan juga menjadi contoh bagaimana teknologi dan budaya dapat berpadu untuk menciptakan pengalaman wisata yang mendalam dan berkelanjutan,” ujar Anang.
Daya Tarik Utama
Gunungsari menawarkan berbagai pengalaman unik bagi wisatawan, seperti wisata edukasi di kebun kopi lokal, pertunjukan seni tradisional, dan eksplorasi keindahan alam khas pegunungan. Keberhasilan desa ini mencerminkan potensi besar desa wisata Indonesia untuk bersaing di pasar global dengan pendekatan berbasis komunitas dan digitalisasi.
Merujuk di situs resmi Desa Wisata Gunungsari, Gunungsari Tourism, sejumlah wahana dan atraksi wisata tersedia di sana, yang cocok untuk dinikmati di saat libur panjang:
- Budaya dan Seni: Festival budaya bulanan, pertunjukan seni tradisional, dan workshop aksara Jawa.
- Edukasi: Paket wisata edukasi seperti budidaya padi dan magot BSF (Black Soldier Fly).
- Kuliner: Festival makanan lokal yang diselenggarakan sepanjang tahun.
- Pengalaman Hidup di Desa: Program “live in” untuk merasakan kehidupan desa yang autentik.
Semua atraksi wisata di Desa Wisata Gunungsari pada dasarnya dapat dikunjungi sepanjang tahun. Namun waktu terbaik adalah saat festival budaya sedang berlangsung, yang diadakan setiap bulan sebagai bagian dari kalender event wisata.
Sumber : indonesia.go.id
