M’ECOTIK Tumbuh Bersama BSB, Wastra Lokal Dipadukan dengan Sentuhan Fashion Modern

PALEMBANG, INLENS.id — Kreativitas pelaku usaha lokal dalam mengembangkan produk berbasis budaya terus mendapat ruang di tengah pertumbuhan industri ekonomi kreatif. Salah satunya ditunjukkan M’ECOTIK, usaha yang mengangkat kekayaan wastra dan kerajinan daerah melalui sentuhan desain modern.
Usaha tersebut lahir dari kecintaan terhadap dunia fashion, wastra, dan kerajinan khas daerah. Seiring waktu, M’ECOTIK terus mengembangkan produk agar memiliki nilai estetika sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan dan selera konsumen masa kini.
Karya yang dihasilkan M’ECOTIK tidak hanya mengedepankan tampilan visual. Setiap produk memadukan motif dan nilai budaya wastra tradisional dengan konsep desain yang lebih modern.
Perpaduan tersebut membuat produk M’ECOTIK dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. Di sisi lain, inovasi itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya melalui produk yang memiliki nilai ekonomi.
Dalam perjalanannya, M’ECOTIK bergabung dalam ekosistem mitra binaan Bank Sumsel Babel (BSB). Dukungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan layanan perbankan, tetapi juga membuka peluang bagi usaha lokal untuk memperluas pengenalan produk dan akses pasar.
Bank Sumsel Babel menyebut dukungan terhadap UMKM diarahkan agar pelaku usaha memiliki ruang untuk berkembang dan memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.
“Bukan sekadar layanan perbankan, dukungan BSB juga hadir sebagai ruang untuk tumbuh, memperkenalkan karya UMKM, hingga memperluas jangkauan usaha,” ungkap pihak Bank Sumsel Babel melalui akun resminya.
Transaksi Digital Dorong Kemudahan Usaha
Selain dukungan pengembangan usaha, digitalisasi transaksi turut menjadi bagian penting dalam ekosistem UMKM saat ini.
M’ECOTIK memanfaatkan QRIS BSB sebagai salah satu sarana pembayaran digital. Penggunaan QRIS membuat transaksi antara pelaku usaha dan konsumen menjadi lebih praktis dan efisien.
Konsumen dapat melakukan pembayaran secara digital tanpa harus bergantung pada transaksi tunai. Kemudahan tersebut juga memungkinkan pelaku usaha melayani konsumen dari berbagai daerah dengan pilihan pembayaran yang lebih luas.
Bagi UMKM, sistem pembayaran digital bukan hanya menyederhanakan proses transaksi. Penggunaan QRIS juga menjadi bagian dari adaptasi usaha terhadap perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai.




