Martabak Hari, Inspirasi UMKM Lokal yang Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

PALEMBANG, INLENS.id – Komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali tercermin melalui kisah sukses Martabak Hari, salah satu UMKM binaan yang terus berkembang sejak bergabung dalam program pembinaan Bank Sumsel Babel pada 2020.
Berawal dari usaha kuliner yang mengandalkan cita rasa khas dan kualitas produk, Martabak Hari kini berhasil memperluas jangkauan pasarnya dan menjadi salah satu pilihan masyarakat. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari pendampingan berkelanjutan yang diberikan Bank Sumsel Babel kepada para pelaku usaha binaannya.
Bank Sumsel Babel menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan akses pembiayaan, tetapi juga melalui pembinaan yang berorientasi pada penguatan kapasitas usaha agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Melalui berbagai program pendampingan, para pelaku UMKM dibekali dengan penguatan manajemen usaha, peningkatan kapasitas bisnis, hingga perluasan akses pasar sehingga mampu meningkatkan daya saing di tengah perkembangan dunia usaha.
Martabak Hari menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pelaku usaha dan lembaga keuangan dapat menghasilkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dengan konsistensi menjaga kualitas produk serta dukungan pembinaan yang berkesinambungan, usaha ini terus berkembang dan mendapat tempat di hati masyarakat.
Bagi Bank Sumsel Babel, keberhasilan UMKM binaan merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan usaha-usaha lokal yang tangguh dan berdaya saing.
Selain memperkuat sektor ekonomi kerakyatan, Bank Sumsel Babel juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung produk-produk lokal sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memajukan UMKM daerah.
Melalui semangat kolaborasi tersebut, Bank Sumsel Babel berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu naik kelas, memperluas usahanya, menciptakan lapangan kerja, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.




