Dari Khatib Hingga Penumpas Tambang Ilegal, Kapolda Babel Beri Penghargaan untuk 30 Personel

PANGKALPINANG, INLENS.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-79, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Drs. Hendro Pandowo, M.M., secara langsung menyerahkan penghargaan kepada 30 personel berprestasi di lingkungan Polda Babel. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa dalam pelayanan kepada masyarakat dan keberhasilan mengungkap sejumlah kasus penting di wilayah hukum Polda Babel. Selasa (08/07/2025).

Kegiatan yang digelar di halaman Mapolda Babel ini berlangsung dengan penuh khidmat, sekaligus menjadi momentum refleksi dan kebanggaan institusi atas capaian yang diraih jajaran Polda Babel dalam satu tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota yang telah bekerja keras, tulus, dan profesional dalam mengemban tugas. Terlebih, Polda Babel baru saja dinyatakan masuk dalam nominasi 3 besar Kompolnas Award 2025 untuk kategori Polda Tipe A, sebuah pencapaian bergengsi yang menjadi tolok ukur keberhasilan institusi kepolisian dalam menjalankan reformasi pelayanan publik dan penegakan hukum.
“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polda Kepulauan Bangka Belitung. Ini adalah hasil dari kerja keras, loyalitas, dan komitmen kita bersama dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujar Kapolda Hendro dengan penuh semangat.

Menurut Kapolda, keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi semua satuan kerja di lingkungan Polda Babel, termasuk anggota yang bertugas di lini terdepan, mulai dari Bhabinkamtibmas, Unit Reskrim, Intel, hingga fungsi pelayanan publik.
Penghargaan yang diberikan meliputi berbagai aspek kinerja, mulai dari personel yang aktif dalam kegiatan pelayanan masyarakat seperti menjadi khatib dan penceramah di masjid-masjid, hingga tim penyidik yang berhasil mengungkap kasus tambang ilegal, termasuk pengungkapan spektakuler atas 20 ton pasir timah ilegal yang sempat menggemparkan publik dan menjadi perhatian nasional




