
Ia menjelaskan, proses penyelamatan tidak berhenti setelah satwa berhasil dievakuasi. Setiap satwa mendapatkan pemantauan secara berkala, termasuk pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisiknya. Satwa yang membutuhkan perawatan akan menjalani rehabilitasi hingga dinyatakan sehat dan siap untuk dilepasliarkan.
Andre mengatakan, dukungan PT TIMAH memiliki peran besar dalam menunjang operasional PPS Alobi Air Jangkang. Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana dan prasarana, kebutuhan pakan satwa, hingga biaya operasional untuk mendukung kegiatan penyelamatan, rehabilitasi dan pelepasliaran.
“Saat ini ada 71 satwa yang sedang direhabilitasi di PPS Alobi Air Jangkang diantaranya burung kakatua, merak hijau, beruang, binturong, burung nuri, elang, buaya, kukang, dan tarsius,” katanya.
Andre berharap kolaborasi dengan PT TIMAH dapat terus diperkuat sehingga upaya perlindungan dan pelestarian satwa liar di Bangka Belitung dapat berjalan.
“Kami berharap sinergi dan kolaborasi dengan PT TIMAH dapat terus berlanjut, terutama dalam mendukung fasilitas dan operasional penyelamatan satwa. Dengan dukungan bersama, kami berharap upaya menjaga dan melestarikan satwa liar di Bangka dapat terus dilakukan secara optimal,” tutupnya. (*)




