Sekolah Sahabat HAM Hadir di SDN 15 Airgegas, 10 Siswa Dapat Pendampingan Belajar Gratis

Akses Internet Jadi Tantangan
Di balik pelaksanaan Sekolah Sahabat HAM, Penggerak HAM Desa Airbara juga mengidentifikasi persoalan yang berkaitan dengan akses pendidikan digital di wilayah tersebut.
Salah satu persoalan yang ditemukan adalah keterbatasan akses internet, khususnya di Dusun Tungkal, Desa Airbara, yang belum terjangkau sinyal internet.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mendukung pemerataan akses pendidikan, terutama ketika proses pembelajaran mulai memanfaatkan teknologi digital maupun pelaksanaan ujian secara daring.
Selain persoalan jaringan, SD Negeri 15 Airgegas juga masih menghadapi keterbatasan perangkat teknologi untuk mendukung pelaksanaan ujian daring, khususnya laptop atau Chromebook.
Untuk memenuhi kebutuhan perangkat tersebut, pihak sekolah masih harus meminjam laptop atau Chromebook dari SD Negeri 9 Airgegas secara bergantian.
Kondisi ini menunjukkan masih perlunya dukungan terhadap sarana dan prasarana pendidikan serta peningkatan akses jaringan internet agar peserta didik dapat memperoleh kesempatan belajar dan mengikuti evaluasi pembelajaran secara optimal.
Jadi Perhatian dalam Perspektif HAM
Keterbatasan akses internet dan perangkat pembelajaran digital tersebut menjadi perhatian dalam perspektif pemenuhan hak anak atas pendidikan yang layak, berkualitas dan setara.
Persoalan tersebut dinilai perlu menjadi bahan koordinasi bersama antara pihak sekolah, pemerintah desa, perangkat daerah terkait serta instansi berwenang untuk mengidentifikasi kebutuhan dan mendorong solusi sesuai kewenangan masing-masing.
Melalui program Sekolah Sahabat HAM, pendampingan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan membaca dan menghitung. Program tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi pemenuhan hak anak atas pendidikan.
Penggerak HAM Desa Airbara juga mendorong agar program pendampingan dapat dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan pihak sekolah dan orang tua.
Dengan demikian, Sekolah Sahabat HAM diharapkan mampu membantu meningkatkan kemampuan akademik sekaligus membangun karakter anak yang menjunjung nilai HAM, saling menghormati, percaya diri dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif serta ramah anak.




