Bangka BaratBeritaDaerahHukum dan KriminalPolda Babel

Jeritan dari Sungai Buton: DAS Diduga Dikeruk Ratusan Hektare, Nama Bos Timah Ahon Bakit Kembali Jadi Sorotan

Nama Ahon Bakit sendiri bukan sosok asing di kawasan Bangka Barat. Di lingkungan warga lokal Parittiga dan Jebus, ia dikenal luas sebagai salah satu pengusaha atau kolektor skala besar (bos besar) penampung pasir timah.

Berdasarkan laporan warga dan berbagai pemberitaan media lokal, Ahon disinyalir kerap mengucurkan permodalan kepada kolektor-kolektor kecil di lapangan untuk menyerap pasir timah hasil penambangan inkonvensional (TI) ilegal, yang selanjutnya dipasok ke sejumlah smelter swasta.

Jejak Ahon Bakit juga sempat masuk dalam radar penegakan hukum perihal pusaran kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di Bangka Belitung.

Pada Oktober 2025 lalu, Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI sempat mendatangi dan menggeledah kediaman mewah serta gudang yang disinyalir milik Ahon di kawasan Parittiga/Bakit.

Baca juga  Semangat Berbagi, PT Timah dan Jamaah Masjid Al Huda Tebar Kebahagiaan Lewat Kurban

Namun, saat penggeledahan berlangsung, Ahon dilaporkan telah melarikan diri atau tidak berada di tempat. Dalam operasi tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti elektronik berupa unit laptop dan telepon seluler.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi resmi kepada Ahon Bakik masih membentur dinding tebal. Dua nomor telepon seluler milik Ahon yang didapatkan redaksi dalam keadaan tidak aktif dan tidak dapat dihubungi.

Namun jaringan media ini terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak Ahon Bakik serta aparat penegak hukum dan instansi pemerintah daerah terkait untuk memastikan legalitas aktivitas pengerukan lahan di Sungai Buton tersebut.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan